UGM Kembangkan Modul Flight Controller Pesawat Tanpa Awak Autopilot :: Nusantaratv.com

UGM Kembangkan Modul Flight Controller Pesawat Tanpa Awak Autopilot

EDRONES inovasi UGM ini merupakan modul flight controller untuk drone yang dibuat secara mandiri dengan kemampuan terbang secara autonomus sesuai dengan misi yang diberikan.
UGM Kembangkan Modul Flight Controller Pesawat Tanpa Awak Autopilot
UGM kembangkan modul flight controller pesawat tanpa awak autopilot. (Dok. Humas UGM)

Yogyakarta, Nusantaratv.com - Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menghadirkan inovasi teknologi modul flight controller pesawat tanpa awak autopilot 'EDRONES'.

"EDRONES merupakan modul flight controller untuk drone yang dibuat secara mandiri dengan kemampuan terbang secara autonomus sesuai dengan misi yang diberikan," ujar Andi Dharmawan, Pengembang EDRONES, dilansir dari laman UGM, Senin (2/9/2019).

Baca: Desain Pesawat untuk Misi Evakuasi, Mahasiswa ITB Jawara Lomba UAV Aerofest 2019

Flight controller ini didesain untuk berbagai jenis drone maupun UAV. Misalnya multirotor, fixed wing dan juga pesawat Vertical Takeoff and Landing (VTOL). Dibangun di atas mikrokontroler produksi STMicroelectronics keluarga SMT32F4 dan juga companion computer Banana M2 Zero.

Andi menjelaskan flight controller ini memiliki fitur yang berbeda pada masing-masing jenis drone atau UAV. Untuk jenis fixed wing dilengkapi dengan fitur stabiliser, altitude hold, heading lock, serta navigasi penerbangan autonomus.

Sementara pada jenis multirotor memiliki fitur stabiliser, altitude hold, heading lock, dan way point. "Sedangkan pada pesawat VTOL dilengkapi dengan fitur seperti stabiliser, altitude hold, position hold, dan hybride mode," tambah dosen Prodi Elektronika dan Instrumentasi UGM itu.

Baca: Sinergi PT Dirgantara Indonesia-UNS, Uji Kebisingan Pesawat N219

EDRONES autopilot ini memiliki sejumlah keunggulan seperti kompatibel di berbagai wahana dan sebagian besar komponen yang digunakan dari dalam negeri. Selain itu, juga dapat diintegrasikan dengan single board computer dan mendukung dengan Artificial Intelegence.

"Alogaritma sistem kendali juga kita kembangkan secara mandiri dari nol," cetus Andi. Dia menambahkan pengembangan dilakukan bersama peneliti lain dari Program Studi Elektronika dan Instrumentasi Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika FMIPA.

Sementara untuk perawatan dan layanan purna jual juga mudah. "Pengguna tidak perlu cemas akan adanya pencurian data ke luar negeri," tukas Andi.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0