UI Peduli Gempa Ambon, Hadirkan Dua Inovasi Teknologi :: Nusantaratv.com

UI Peduli Gempa Ambon, Hadirkan Dua Inovasi Teknologi

UI juga mengirimkan bantuan logistik dan melakukan kegiatan trauma healing bagi para pengungsi.
UI Peduli Gempa Ambon, Hadirkan Dua Inovasi Teknologi
UI hadirkan teknologi EWAS untuk pengungsi gempa Ambon. (Dok. Humas UI)

Jakarta, Nusantaratv.com - Universitas Indonesia (UI) menghadirkan dua inovasi teknologi guna membantu kehidupan para pengungsi akibat gempa Ambon, terutama bagi warga Desa Waai dan Desa Liang.

Seperti dilansir laman UI, Jumat (25/10/2019), inovasi yang diberikan yakni EWAS (Earthquake Warning Alert System) dan panel solar sytem untuk pemasangan pipa.

EWAS adalah alat yang mampu mendeteksi kehadiran gempa bumi saat itu juga (real time). EWAS bisa memberitahu warga akan kehadiran gempa dalam waktu kurang dari 5 detik.

EWAS memanfaatkan sensor getaran, sirine atau alarm dan modul komunikasi gelombang radio untuk mendeteksi adanya getaran dalam kawasan yang luas, seperti yang biasa digunakan pada alat komunikasi handy talkie.

Baca Juga: Beri Akses Air Bersih di Daerah Rawan Bencana, UI Bangun Sistem Pompa Air Tenaga Surya

Cara instalasi alat EWAS ini terbilang mudah, sehingga masyarakat dipastikan bisa memasang sendiri, tentunya dengan petunjuk pemasangan yang disediakan. Biaya perancangan juga relatif murah dan terjangkau, sehingga harganya tidak melebihi harga handphone

EWAS yang merupakan inovasi Dr. Eng. Supriyanto, M. Sc ini hanya menggunakan daya listrik sebesar 5 watt dalam keadaan siaga dan 20 watt saat berbunyi.

Sedangkan panel solar system adalah sebuah system pipa penyalur listrik menggunakan tenaga surya karya Chairul Hudaya, ST, M.Sc. Dengan adanya solar panel ini, masyarakat dapat menggunakan listrik dengan memanfaatkan tenaga matahari, tanpa susah-susah harus ke kota untuk mencari daya listrik.

Selain dua inovasi tersebut, UI juga mengirimkan bantuan logistik dan melakukan kegiatan trauma healing bagi para pengungsi. Kegiatan trauma healing ini dimaksudkan untuk mengatasi trauma pengungsi akan suara dan goncangan.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0