WeChat Sensor Kata Kunci Mengenai Virus Corona :: Nusantaratv.com

WeChat Sensor Kata Kunci Mengenai Virus Corona

WeChat Menyensor Setidaknya 500 Kombinasi Kata Kunci Antara 1 Januari dan 15 Februari 2020.
WeChat Sensor Kata Kunci Mengenai Virus Corona
Ilustrasi aplikasi WeChat. (CNBC)

Jakarta, Nusantaratv.com - Aplikasi perpesanan paling populer di China, WeChat, sedang menjadi sorotan publik. Hal tersebut terkait penemuan jika aplikasi tersebut telah melakukan sensor beragam kata kunci mengenai virus corona.

Dinilai hal itu bisa menghambat akses publik ke informasi kesehatan dan keselamatan, serta berita terkini mengenai situasi terkini virus corona. Selain itu, kata kunci serta istilah yang sensitif secara politis, seperti tanggapan para pemimpin China terhadap wabah, hingga kebijakan pemerintah tentang penanganan epidemi, respons terhadap wabah di Hong Kong, Taiwan, dan Makau, dan juga berita mengenai meninggalnya dokter Li Wenliang, orang yang pertama kali menemukan serta memberitahukan mengenai keberadaan virus corona.

Dilansir dari South China Morning Post, Kamis (5/3/2020), laporan ini ditemukan para peneliti dari Citizen Lab di Munk School of Global Affairs dan Kebijakan Publik Universitas Toronto. Mereka menemukan jika WeChat menyensor setidaknya 500 kombinasi kata kunci antara 1 Januari dan 15 Februari 2020, selama wabah virus corona sedang memuncak di Negeri Tirai Bambu itu. 

Tak hanya WeChat, aplikasi YY, yang merupakan platform streaming video terbesar di Tiongkok, juga ditemukan mensensor sejumlah kata kunci. Citizen lab menemukan jika WeChat, yang memiliki lebih dari 1 miliar pengguna aktif, menyensor lebih dari 500 kata kunci dan istilah mengenai virus corona. 

Baca Juga: Cegah Penyebaran Virus Corona, Pemerintah China Luncurkan Aplikasi Canggih Ini

Bahkan, dalam laporan penelitiannya, Citizen Lab menemukan WeChat juga menyensor 51 istilah seperti 'karantina' dan 'isolasi Wuhan', yang merujuk pada kebijakan resmi yang dilaporkan media berita yang dapat diakses di daratan Cina.

Lebih dari 30 persen kombinasi kata kunci yang disensor dalam grup obrolan merujuk kepada Presiden Xi Jinping, meskipun beberapa kombinasi bersifat netral. Kombinasi kata kunci dari 'Pusat Pengendalian Penyakit AS' dan 'Virus Corona' disensor selama periode pengujian. 

"Kata kunci yang masuk daftar hitam di WeChat terus berubah dari waktu ke waktu. Misalnya, beberapa kata kunci akan diblokir hanya untuk beberapa hari, tetapi beberapa dapat diblokir selama berbulan-bulan," kata peneliti Citizen Lab Lotus Ruan.

Masih belum jelas apakah WeChat memblokir kombinasi kata kunci ini berdasarkan arahan pemerintah atau atas inisiatifnya sendiri. Para peneliti mengatakan blok kata kunci mungkin menjadi kasus WeChat 'over-censoring' untuk menghindari teguran resmi karena gagal mencegah distribusi 'informasi berbahaya, termasuk komentar yang tidak tepat dan deskripsi bencana alam dan insiden berskala besar.

Meskipun ada pembatasan yang berat, kebanyakan orang di China, termasuk pejabat pemerintah, bergantung pada WeChat untuk komunikasi pribadi dan pekerjaan. Sensor lebih ketat pada obrolan grup daripada pesan one-to-one, dan pada pengguna domestik daripada internasional. Pengguna luar negeri dapat melihat situs web dan pesan yang tidak dapat diakses oleh pengguna di China, bahkan ketika mereka adalah bagian dari grup obrolan yang sama.


 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0