Xiaomi Sebut Penjualan di China Sudah Hampir Normal :: Nusantaratv.com

Xiaomi Sebut Penjualan di China Sudah Hampir Normal

Xiaomi Tetap Menjadi Produsen Smartphone Terbesar Kedua di China Dalam Hal Pemasukan.
Xiaomi Sebut Penjualan di China Sudah Hampir Normal
Ilustrasi Xiaomi Mi 9 Pro 5G. (Android Authority)

Jakarta, Nusantaratv.com - Ketika hampir semua perusahaan di seluruh dunia menghadapi ketidakpastian akibat wabah virus corona (COVID-19), tapi Xiaomi percaya jika kondisi pasar di China akan segera normal seperti sedia kala.

Hal itu diungkapkan Shou Zi Chew, CFO Xiaomi, dalam earning call dengan para investor. Dia meyakinkan jika kondisi pasar China dalam waktu dekat akan kembali seperti sebelum pandemik virus corona menyebar secara luas.

Dilansir dari Techspot, Rabu (1/4/2020), Chew menjelaskan jika penjualan smartphone, jam tangan pintar, dan aksesori tak bisa dipungkiri terkena dampak besar selama tiga bulan pertama pada 2020.

Namun, dia tidak khawatir terhadap potensi kemungkinan penurunan permintaan. Dia juga percaya bila permintaan smartphone secara global akan memiliki kondisi serupa dengan China. Menurutnya, masyarakat akan mulai membeli perangkat baru dalam waktu dekat, dengan tingkat pembelian yang sama seperti pada 2019.

Baca Juga: Google Yakinkan Sanggup Tangani Beban Lalu Lintas Internet 

Sebelum pandemik COVID-19 meluas, Xiaomi memiliki performa penjualan yang terbilang sangat baik. Pada kuartal keempat (Q4) 2019 mereka membukukan peningkatan profit sebesar 27 persen atau 2,3 miliar yuan atau 324,75 juta dolar AS (Amerika Serikat). Begitu juga pada jumlah penjualannya yang meningkat 27 persen atau 56,47 miliar yuan atau 7,79 miliar dolar AS.

Ini artinya, Xiaomi tetap menjadi produsen smartphone terbesar kedua di China dalam hal pemasukan, hanya berada di bawah Huawei. Dan, smartphone yang membuat laporan keuangan Xiaomi menggembirakan adalah Mi Note 10, yang menyumbang pemasukan tahunan sebesar 60 persen, yang meningkat sekitar 205,8 miliar yuan atau sekitar 29 juta dolar AS pada 2019.

Kendati demikian, bukan berarti Xiaomi tak memiliki masalah akibat hantaman pandemik COVID-19 ini di luar China. Pertama, pabrik mereka di India tidak akan bisa beroperasi setidaknya hingga pertengahan April 2020.

Kemudian yang kedua, kondisi di Eropa, yang saat ini sangat terdampak dari pandemik virus corona tersebut, sehingga berdampak pada berkurangnya minat orang untuk membeli perangkat baru setidaknya sampai dengan akhir tahun ini.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0