ZTE Berikan Beasiswa untuk Mahasiswa Teknik Elektro ITS Surabaya :: Nusantaratv.com

ZTE Berikan Beasiswa untuk Mahasiswa Teknik Elektro ITS Surabaya

ZTE juga menyerahkan perangkat GPON, Routers, dan Switch
ZTE Berikan Beasiswa untuk Mahasiswa Teknik Elektro ITS Surabaya
ZTE dan ITS Surabaya menjalin kerjasama. (Dok. Humas ITS)

Surabaya, Nusantaratv.com - ZTE Corporation, perusahaan pemasok perangkat telekomunikasi asal China, menjalin sinergi dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur (Jatim), untuk memberikan beasiswa pendidikan kepada sepuluh orang mahasiswa jurusan Teknik Elektro.

Penandatanganan perjanjian kerja sama itu dilakukan langsung Richard Liang (Presiden Direktur ZTE Indonesia) dan Mochamad Ashari (Rektor ITS), di Gedung Rektorat ITS, pada Kamis (11/7/2019).

Dalam kesempatan itu, selain menyerahkan beasiswa secara simbolis kepada sepuluh orang mahasiswa jurusan Teknik Elektro ITS yang terpilih, ZTE juga menyerahkan perangkat GPON, Routers, dan Switch untuk melengkapi laboratorium jaringan telekomunikasi di Departemen Teknik Elektro ITS.

Richard berharap bahwa kontribusi ini akan berguna untuk membekali mahasiswa ITS dengan pengetahuan dan keterampilan tinggi di bidang teknologi komunikasi. 

"ZTE berharap kita bersama-sama dapat membina lebih banyak talenta untuk berkontribusi pada pertumbuhan negara ini, khususnya di bidang inovasi teknologi," ujar Richard.

Ditambahkan Richard, ZTE sangat mementingkan penelitian dan pengembangan bagi inovasi teknologi. Dengan 15 pusat Research and Development (R&D) di seluruh dunia, setiap tahunnya ZTE menganggarkan setidaknya 10 persen dari pendapatan tahunannya untuk penelitian dan pengembangan (Litbang).

"Kami berkomitmen untuk terus memberikan inovasi-inovasi di perkembangan telekomunikasi dan teknologi yang terintegrasi," ungkapnya.

Sementara itu, Ashari mengatakan kerja sama ini ditujukan agar hubungan antara industri dan perguruan tinggi semakin dekat. Dimana teknologi terbaru yang dimiliki ZTE dapat langsung digunakan untuk praktikum di perguruan tinggi.

"Sehingga mahasiswa nantinya akan lebih aware dan lebih mengenal teknologi-teknologi yang sedang dikembangkan dalam industri terkini," terang Ashari.

Dengan begitu, lanjut Ashari, mahasiswa tidak mengenal teknologi hanya dalam bentuk teori saja, tapi juga dari peralatan-peralatan yang baru saja diproduksi dan dipergunakan di Indonesia secara langsung.

"ITS dengan senang hati menerima kerja sama yang memiliki banyak dampak positif ini," tukas pria yang menamatkan master dan doktoral-nya di Curtin University, Australia itu.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0