Penipuan SIM Swap yang Bikin Ilham Bintang Rugi Ratusan Juta, Begini Tips Agar Terhindar Dari Modus Ini :: Nusantaratv.com

Penipuan SIM Swap yang Bikin Ilham Bintang Rugi Ratusan Juta, Begini Tips Agar Terhindar Dari Modus Ini

Modus SIM Swap Adalah Pengambilalihan Nomor Ponsel oleh Pelaku Kejahatan untuk Mengakses Akun Perbankan Korban.
Penipuan SIM Swap yang Bikin Ilham Bintang Rugi Ratusan Juta, Begini Tips Agar Terhindar Dari Modus Ini
Modus SIM swap menjadi salah satu pilihan bagi para pelaku kejahatan. (Istimewa)

Jakarta, Nusantaratv.com - Wartawan senior sekaligus pengusaha Ilham Bintang mengalami kerugian ratusan juta rupiah akibat kartu SIM (SIM Card) miliknya diambil alih pelaku kejahatan.

Insiden kurang mengenakan ini diungkap pria asal Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), berusia 64 tahun itu, di akun media sosial pribadi miliknya.

Ruby Alamsyah, CEO & Chief Digital Forensic Indonesia, mengatakan kejadian yang menimpa Ilham Bintang adalah tindak kejahatan dengan menggunakan modus SIM swap atau menukar kartu SIM.

Kejahatan ini dilakukan pelaku dengan meminta petugas di gerai Indosat untuk mengganti kartu SIM atas nama Ilham Bintang. Dan, berdasarkan penuturan pihak Indosat, pelaku penukaran nomor mengaku sebagai Ilham Bintang.

"Tindak kejahatan dengan SIM swap membuat pelaku bisa menguasai seluruh akses transaksi finansial yang membutuhkan verifikasi dari kartu SIM korban. Dalam kasus Ilham Bintang, informasi perbankan melalui aplikasi mobile banking adalah yang diincar pelaku," ujar Ruby, dikutip dari CNN Indonesia, Senin (20/1/2020).

Seperti diketahui, di era digital saat ini, modus kejahatan beragam. Dimana modus SIM swap menjadi salah satu pilihan para pelaku kejahatan. Pelaku kejahatan dengan SIM Swap akan mendatangi operator penyedia layanan ponsel dengan menggunakan identitas palsu. Pelaku mengaku bila nomor miliknya rusak atau hilang dan meminta penggantian kartu SIM.

Baca Juga: Pemilik Smartphone Android Harus Segera Hapus 17 Aplikasi Berbahaya Ini

Usai melakukan verifikasi identitas, selanjutnya pihak operator seluler akan menerbitkan kartu SIM pengganti, dan menonaktifkan kartu SIM yang masih berada di tangan pemilik yang sah. Setelah mereka menguasai kartu SIM pengganti, pelaku kejahatan kemudian melakukan transaksi finansial, umumnya dengan menggunakan kartu kredit atau nomor rekening bank.

Nantinya, bank penerbit akan mengirimkan sandi sekali pakai (OTP) ke nomor SIM tersebut dan transaksi finansial kemudian akan dianggap sah tanpa sepengetahuan korban. Pelaku umumnya sudah memiliki informasi perbankan korban yang didapat dari hasil pengumpulan data secara tidak sah. Data itu bisa didapat melalui email atau situs phishing, SMS penipuan, atau membeli data nasabah dari sindikat.

Sedangkan korban hanya menyadari kartu SIM-nya tidak bisa digunakan. Mereka berpikir mungkin kartu SIM-nya rusak atau jaringan sedang mengalami gangguan. Korban baru menyadari saat nomor ponselnya tidak bisa digunakan. Lalu, melaporkan masalahnya kepada operator selular. Disisi lain, dia tidak menyadari bila rekeningnya telah dikuras pelaku.

Ada beberapa tips yang bisa dilakukan agar terhindar dari modus ini, seperti dilansir dari Media Konsumen:

1. Jika kartu SIM ponsel Anda mendadak tidak bisa digunakan, laporkan secepatnya ke operator selular Anda.

2. Jika ada telepon atau SMS tidak jelas yang meminta Anda untuk mematikan sementara ponsel Anda, abaikan. Biasanya itu adalah saat pelaku kejahatan melakukan penggantian kartu SIM di operator seluler.

3. Jika menerima SMS atau email yang meminta Anda untuk mengklik tautan ke situs yang tidak jelas jangan mengklik tautan tersebut.

4. Jika Anda menggunakan layanan internet banking pastikan situs tersebut adalah benar milik bank dan bukan situs phishing, dengan cara mengklik sertifikat keamanan situs tersebut. Caranya adalah dengan mengklik gambar gembok terkunci di samping tulisan 'https' di kolom alamat (address bar), lalu periksa keterangan yang ada di sana.

5. Jangan pernah memberikan data rahasia perbankan Anda (password internet banking, m-banking, PIN ATM, PIN telepon) kepada siapapun atau melalui apapun.

6. Jangan pernah menjawab telepon yang menanyakan nomor kartu kredit, nomor rekening Bank atau nomor ponsel yang digunakan untuk transaksi perbankan.

7. Jangan mempublikasikan nomor ponsel atau email yang digunakan untuk transaksi perbankan di media sosial. Sebaiknya gunakan nomor ponsel dan email khusus untuk keperluan akun perbankan Anda, yang hanya diketahui Anda dan Bank Anda.

8. Aktifkan fitur layanan notifikasi SMS dan email alert (peringatan email) untuk menerima notifikasi transaksi finansial atau perubahan pada rekening Anda.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0